REPUBLIKA.CO.ID, KARIMUN - Satu wilayah Indonesia yang masih belum menikmati listrik 24 jam meski negara ini sudah merdeka lebih dari 66 tahun, Pulau Buru. Masyarakat pulau yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau, mengharapkan listrik menyala 24 jam sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah setempat.
"Sebagai ibukota kecamatan sudah sewajarnya listrik di Buru menyala 24 jam agar berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat," kata Sekretaris Kecamatan Buru Agung Jatikusuma yang dihubungi dari Tanjung Balai Karimun, Rabu (1/2).
Agung mengatakan saat ini listrik di Pulau Buru hanya menyala mulai pukul 17.00 hingga 06.00 WIB. Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan karena pelaku usaha harus memiliki mesin genset untuk mendukung usahanya. Ekonomi kerakyatan juga tumbuh dengan lambat karena usahanya tidak didukung listrik yang memadai.