Proyek pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage baru memasuki tahapan tender. Hal itu ditegaskan Deputi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dedy S. Priatna usai menghadiri pemberian bantuan dan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi bantuan dari perusahaan air minum Water Maskapai Drenthe (WMD) Belanda di Desa Nyenang, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (27/1).
"Setelah sebelumnya agreement untuk loan dari Bank Dunia ditandatangani dan penetapan lokasi dari gubernur juga sudah ada, saat ini proyek Upper Cisokan sudah masuk tahapan tender," jelasnya.
Dikatakan Dedy, proses tender akan memakan waktu sekitar 6 bulan. Proses yang lama ada pada tahapan tender civil work dan mechanical electrical. Sedangkan untuk proses tender lainnya yang bersifat umum, kemungkinan dalam 3 bulan bisa rampung.
Pertama di Indonesia
PLTA Upper Cisokan Pumped Storage 4 x 260 megawatt (MW) merupakan pembangkit listrik dengan sistem pumped storage pertama di Indonesia. PLTA ini memiliki dua unit reservoir, yaitu upper reservoir (waduk atas) dan lower reservoir (waduk bawah). Pola operasi PLTA, pada waktu beban puncak antara pukul 17.00-22.00, air akan dilepas dari upper reservoir ke lower reservoir untuk menghasilkan listrik.