JAKARTA--MICOM: Bergantungnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) terhadap bahan bakar minyak serta wacana mengenai kenaikan harga bahan bakar tersebut menguak usul energi alternatif untuk memproduksi listrik.
Terlebih, Badan Pemeriksa Keuangan menemukan pemborosan sebesar Rp37 triliun dalam tubuh PLN, yang Rp20 triliun di antaranya diperuntukkan bagi konsumsi BBM pembangkit listrik.
Pembangkit listrik alternatif yang berasal dari energi angin, air, dan geotermal bisa membantu pengadaan listrik dan penghematan dalam tubuh PLN. Selain itu, industri energi alternatif untuk listrik yang mandiri dapat terbentuk.
Berdasarkan hasil riset, Indonesia memiliki 30 titik lokasi yang bisa menggunakan tenaga angin sebagai energi alternatif untuk pengadaan listrik. "Kalau satu titik bisa menghasilkan 10 megaWatt, 30 titik dapat 300 megawatt," ujarnya. (*/OL-5)