Sabtu, 30 Agustus 2025

Analisis Komparatif Progres Pengembangan Energi Terbarukan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan dua wilayah dengan potensi sumber daya energi terbarukan yang melimpah. Keduanya menunjukkan komitmen kuat dalam transisi menuju energi bersih, namun dengan pendekatan strategi dan fokus implementasi yang berbeda. Analisis ini membandingkan progres pengembangan energi terbarukan di kedua provinsi tersebut, mencakup target kebijakan, realisasi proyek, dan strategi yang diimplementasikan.

Perbandingan Target dan Kebijakan Energi Terbarukan

Perbedaan mendasar dalam pendekatan kedua provinsi dapat dilihat dari target dan kerangka kebijakan yang telah ditetapkan.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB): Visi Akseleratif

 Target Jangka Pendek: Sesuai dengan Rencana Umum Energi Daerah (RUED), NTB menargetkan pencapaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025.
 Target Jangka Panjang: NTB menetapkan visi yang sangat ambisius, yaitu mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050, 10 tahun lebih awal dari target nasional. Visi ini diperkuat dengan target pencapaian 100% energi terbarukan pada tahun yang sama, yang telah diresmikan melalui Peraturan Gubernur No. 43 Tahun 2024 tentang Peta Jalan Menuju Emisi Nol Bersih Sektor Energi Tahun 2050.

 Realisasi: Progres NTB menunjukkan tren positif yang signifikan. Pada akhir tahun 2022, bauran EBT telah mencapai 19,16%, melampaui target sebesar 17,64%. Angka ini terus meningkat hingga mencapai 22,43% per Juni 2024, mendekati target tahun 2025.
 
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT): Fokus pada Ketahanan Energi Regional
 
 Target Jangka Pendek: Berdasarkan Peraturan Daerah No. 10 Tahun 2019 tentang RUED Provinsi, NTT menargetkan bauran EBT sebesar 24% pada tahun 2025.
 Target Jangka Panjang: RUED-P NTT dirancang dengan periode perencanaan hingga tahun 2050, yang mengindikasikan komitmen jangka panjang terhadap transisi energi. Fokus utama strategi NTT adalah pemerataan akses dan keandalan energi di seluruh wilayah kepulauannya.

Analisis Progres Implementasi Proyek Berdasarkan Jenis Energi

Perbedaan strategi kedua provinsi termanifestasi secara jelas dalam pemilihan dan pengembangan jenis energi terbarukan yang menjadi prioritas.

1. Energi Surya (PLTS): Kepemimpinan NTB dalam Skala Besar
 * NTB: Provinsi ini telah memantapkan posisinya sebagai pemimpin nasional dalam pemanfaatan energi surya. Dengan lebih dari 20 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah beroperasi, termasuk PLTS skala besar di Lombok (total >20 MW) dan PLTS Sumbawa (26,8 MW), NTB secara efektif memanfaatkan potensi surya sebagai akselerator utama dalam pencapaian target bauran EBT.

 * NTT: Pengembangan PLTS di NTT lebih diarahkan untuk mendukung elektrifikasi di wilayah kepulauan dan mengurangi ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Inisiatif strategis seperti "Lumbung Energi Surya" di Sumba dan rencana pembangunan PLTS Hybrid di 9 lokasi (total kapasitas 20,2 MWp) menjadi bukti fokus pada solusi energi yang terdesentralisasi dan andal.

2. Energi Panas Bumi (Geothermal): Potensi Dominan NTT sebagai Beban Dasar
 * NTT: Provinsi ini memiliki keunggulan signifikan dalam potensi energi panas bumi yang berfungsi sebagai sumber energi beban dasar (baseload) yang stabil. Proyek strategis seperti PLTP Ulumbu (kapasitas terpasang 10 MW) dan rencana pengembangan PLTP Mataloko (target 20 MW) serta ekspansi PLTP Ulumbu di Poco Leok menjadi tulang punggung sistem kelistrikan NTT. Stabilitas dari geothermal memungkinkan integrasi sumber EBT variabel seperti surya dan angin secara lebih efektif.

 * NTB: Meskipun memiliki potensi panas bumi yang cukup besar (estimasi 172 MW), pengembangan di NTB masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan. Sektor ini belum menjadi kontributor utama dalam bauran energi provinsi.

3. Energi Angin (PLTB) dan Energi Lainnya
 * NTB: Dengan potensi energi angin yang diestimasi mencapai 2,6 GW, Pemerintah Provinsi NTB secara aktif mempromosikan peluang investasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) kepada mitra domestik dan internasional.

 * NTT: Pembangunan PLTB juga menjadi bagian dari rencana pengembangan energi, khususnya dalam skema sistem hibrida di pulau-pulau dengan potensi angin yang baik seperti Sumba dan Timor. Selain itu, NTT juga mulai menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBiomassa).

Kesimpulan

Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kedua provinsi sama-sama menunjukkan progresivitas dalam transisi energi, namun dengan penekanan strategi yang berbeda:

 * Provinsi NTB menunjukkan progresivitas dalam akselerasi dan skala implementasi, khususnya melalui pemanfaatan energi surya secara masif. Pendekatan ini terbukti efektif untuk meningkatkan porsi bauran EBT dalam waktu relatif singkat dan didukung oleh kerangka kebijakan jangka panjang yang sangat ambisius.

 * Provinsi NTT menunjukkan progresivitas dalam pembangunan fondasi ketahanan energi jangka panjang untuk wilayah kepulauan. Dengan memprioritaskan energi panas bumi sebagai sumber beban dasar yang andal, NTT membangun sistem kelistrikan yang kokoh untuk mendukung integrasi sumber energi terbarukan variabel lainnya di masa depan.

Secara keseluruhan, strategi NTB berfokus pada kecepatan pencapaian target melalui teknologi yang matang, sementara strategi NTT berfokus pada stabilitas dan keandalan sistem sebagai prasyarat utama transisi energi di geografi yang kompleks.

Sumber Referensi:
 * Target & Peta Jalan 100% EBT NTB:
   *https://www.international-climate-initiative.com/fileadmin/iki/Dokumente/Publikationen/Projekte/19_I_339/100RE_Roadmap_WNT.pdf
 *https://peraturan.bpk.go.id/Download/373197/Pergub%20Nusa%20Tenggara%20Barat%20Nomor%2043%20Tahun%202024.pdf
 * Progres EBT & Proyek di NTB:
   * https://mongabay.co.id/2023/08/25/ntb-berupaya-wujudkan-transisi-energi-terbarukan/
 *https://lestari.kompas.com/read/2024/01/15/070000386/potensi-energi-terbarukan-nusa-tenggara-barat
 *https://www.liputan6.com/bisnis/read/4050242/ntb-jadi-pengguna-listrik-plts-terbesar-di-indonesia
 * Target & RUED-P NTT:   *https://peraturan.bpk.go.id/Home/Download/161796/Perda%20Nomor%2010%20Tahun%202019%20tentang%20Pedoman%20RUED_compressed.pdf
 * Progres EBT & Proyek di NTT (Geothermal, Surya, dll):
   * https://voi.id/ekonomi/237182/miliki-potensi-geothermal-pln-bangun-pltp-ulumbu-dan-mataloko
   * https://web.pln.co.id/cms/media/siaran-pers/2023/05/manfaatkan-potensi-ebt-di-flores-gubernur-ntt-dukung-penuh-pln-kembangkan-pltp-ulumbu/
   * https://www.esdm.go.id/id/berita-unit/direktorat-jenderal-ebtke/pemerintah-dorong-inisiatif-lumbung-energi-surya-di-sumba
   * https://rekasurya.co.id/kebutuhan-listrik-ntt-akan-dipenuhi-dari-ebt/
   * https://nttaktual.net/2025/08/23/bahas-potensi-energi-terbarukan-di-sektor-kelautan-gubernur-ntt-audiensi-bersama-investor-korsel/