SURABAYA – Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Indonesia, PT PLN (Persero) menargetkan pertumbuhan pasokan listrik tahun ini sebesar 23%-45%. Direktur Operasi PT PLN (Persero) Jawa-Bali, I Gusti Ngurah Adnyana mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional yang tahun lalu mancapai 6,5% membuat konsumsi listrik meningkat.
Dengan adanya penambahan cadangan listrik, kata dia, pasokan listrik ke pelanggan akan tercukupi. Apalagi, cadangan listrik di setiap jaringan PLN Jawa-Bali cukup besar. “Tahun lalu cadangan listrik di Jawa-Bali hanya 18%. Jatim memberikan kontribusi terbesar terhadap cadangan listrik di Jawa-Bali,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, pasokan listrik di Jatim diantaranya berasal dari pembangkit Paiton 9 yang memberikan kontribusi sebesar 600 MW, setelah itu PJB Unit Pembangkitan Gresik, dan PLTU Tanjung Awar-awar. “Ke depan jaringan akan terintegrasi menjadi satu dalam sistim Jawa-Bali,” lanjutnya.
Mengenai rencana naiknya tarif dasar listrik, Adnyana menyambut positif rencana tersebut. Pasalnya, akan mengurangi subsidi pemerintah dari sebelumnya Rp 65 triliun menjadi Rp 45 triliun. “Kami hanya menunggu keputusan pemerintah untuk melaksanakan kenaikan TDL,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Nurdajanto menambahkan, saat ini cadangan listrik di Jatim masih surplus sebesar 2.500 MW dari daya 7.000 MW sampai akhir Desember 2011 lalu.
“Konsumsi listrik terbesar di Jatim masih kelompok industri yang mencapai 44,18% dari daya terjual 10.611 GWh. Sedangkan konsumsi terendah adalah pelanggan sosial seperti masjid, gereja, penerangan jalan sebesar 2,59% atau dengan daya 623 GWh,” ungkapnya. m27.