VIVAnews - Pemerintah saat ini sedang mengkaji regulasi khusus yang akan mengatur jual beli listrik antarnegara. Aturan berbentuk peraturan pemerintah tersebut akan terbit pada pertengahan 2012.
Peraturan itu mengatur bagaimana kalau kita mengimpor dan mengekspor listrik. Apa-apa saja persyaratannya, nanti diatur dalam peraturan ini. Sekarang peraturannya lagi kami proses," kata Jarman di Jakarta, Jumat 24 Februari 2012.
Seperti diketahui, pemerintah berencana mengekspor listrik sebesar 600 megawatt dari Batam, Kepulauan Riau menuju Singapura untuk ditukar dengan ekspor gas yang akan dibutuhkan guna kebutuhan domestik seperti Perusahaan Listrik Negara dan sektor industri. Rencana tersebut saat ini sedang dikaji tim dari Jepang.
baca selengkapnya
PLN Target Ekspor Listrik ke Singapura 2017
Singapore's Energy Market Authority (EMA) membuka tawaran kontrak untuk memasok listrik ke negaranya. Tendernya akan dibuka pada 2013. Jika PLN Batam mengikuti tender tersebut, mereka akan bersaing dengan perusahaan pembangkit listrik Malaysia yang juga berniat menawar tender.
Hasil penilaian kelaikan awal PLN Batam menunjukkan Indonesia membutuhkan biaya sekitar 1,34 miliar dolar AS atau setara Rp 12 triliun untuk pembangunan listrik 1.000 mega watt (MW). Pasokan listrik Batam terus berkembang 12,1 persen per tahun. Apalagi, Batam mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batubara (PLTU) Tanjung Kasam berkapasitas 2x55 MW pada pertengahan tahun ini.
Hasil penilaian kelaikan awal PLN Batam menunjukkan Indonesia membutuhkan biaya sekitar 1,34 miliar dolar AS atau setara Rp 12 triliun untuk pembangunan listrik 1.000 mega watt (MW). Pasokan listrik Batam terus berkembang 12,1 persen per tahun. Apalagi, Batam mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batubara (PLTU) Tanjung Kasam berkapasitas 2x55 MW pada pertengahan tahun ini.