INILAH.COM, Jakarta - PT PLN (Persero) mencatat rasio elektrifikasi nasional sebesar 72,03% atau naik hampir 6% sepanjang tahun 2011, bila dibandingkan tahun 2010 yang sebesar 66,52%.
Selain itu, PLN juga mencatat daya tersambung bertambah 7.749 Mega Volt Ampere (MVA), lebih tinggi dibanding tambahan daya tersambung tahun 2010 yang sebesar 4.545,51 MVA.
"Selama tahun 2011 PLN memang telah berani membuka lebar-lebar kran permintaan sambungan listrik. Hal ini tidak lepas dari bertambahnya kapasitas terpasang PLN setelah beberapa pembangkit listrik Proyek 10.000 MW Tahap 1 mulai beroperasi," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto di Jakarta, Rabu (8/2).
Seperti diketahui sepanjang tahun lalu, terdapat penambahan kapasitas terpasang pembangkit listrik sebesar 2.875 MW yang berasal dari PLTU Indramayu Jawa Barat 3 x 330 MW, PLTU Suralaya Baru Banten 1 x 625 MW, PLTU Lontar Banten Unit 1 dan Unit 2 sebesar 2 x 315 MW dan PLTU Rembang-Jateng 2 x 315 MW. Dengan demikian, sampai akhir tahun lalu total kapasitas terpasang pembangkit listrik sebesar 28.643 MW.
Adapun bauran energi dalam memproduksi listrik selama tahun 2011 (yang mencakup PLN dan IPP) adalah 44% berasal dari pembangkit berbahan bakar batubara, 23% berasal dari pembangkit yang berbahan bakar BBM, 21% berasal dari pembangkit berbahan bakar gas, 7% dari pembangkit bertenaga air dan 5% dari pembangkit panas bumi. [mre]
sumber
sumber