Selasa, 24 Januari 2012

PLN Tingkatkan Produksi Listrik Dari Energi Terbarukan

(Jakarta, 25/1) 11 persen dari produksi listrik nasional yang dihasilkan oleh PLN berasal dari energi baru dan terbarukan. 6 persen berasal dari tenaga air (PLTA) dan 5 persen berasal dari tenaga panas bumi (geothermal). PLN merencanakan pada akhir dekade ini akan meningkatkan penggunaan energi panas bumi menjadi 13 persen dan tenaga air masih 6 persen. Dengan demikian total energi terbarukan yang akan dikembangkan sampai akhir dekade ini mencapai 19 persen dari produksi listrik nasional.


Hal ini dikemukakan oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji saat menjadi pembicara pada acara diskusi interaktif membahas situasi aktual energi di Indonesia dan peran energi terbarukan. Diskusi ini merupakan bagian dari Musyawarah Nasional ke-V Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) di PLN Kantor Pusat Jakarta, Rabu, 25 Januari 2012.


Nur Pamudji juga mengungkapkan bahwa PLN telah berhasil mengidentifikasi 96 lokasi yang berpotensi menjadi Pembakit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan total kapasitas mencapai 12.800 Megawatt (MW). Sekitar 60 persen dari total kapasitas tersebut akan dikembangkan sendiri oleh PLN dan 40 persennya akan ditawarkan kepada pihak sewasta sebagai Independent Power Producer (IPP).


Selain Dirut PLN, diskusi ini juga menghadirkan nara sumber Kardaya Kamika dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),  Dedy S Priatna dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Rinaldy Dalimi dari Dewan Energi Nasional (DEN) dan Supramu Santosa  dari PT Supreme sebagai pelaku usaha di bidang energi terbarukan. Berlaku sebagai moderator adalah Luluk Sumiarso dari Kementerian ESDM.