Selasa, 31 Januari 2012

Biaya Listrik Surya Jauh Lebih kompetitif


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Listrik dari sel surya akan semakin kompetitif ketika harga bahan bakar minyak terus melambung. Saat ini harga listrik dari sel surya memang masih di atas harga listrik yang diproduksi dengan bahan bakar minyak, tetapi diperkirakan dalam 5-10 tahun mendatang kondisinya berbalik.
Hal ini diutarakan Hiroshi Morimoto, Executive Officer and Group General Manager of Environmental Protection Group Sharp Coporation pada kesempatan seminar “ Kontribusi Solar Energi untuk Indonesia “
Bahkan dalam kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah membuat estimasi produksi listrik perkantoran atau komunitas dari sel surya berkapasitas 10.000 watt dengan investasi Rp 645 juta saat ini.

Diperhitungkan, usia produktif peralatan sampai 15 tahun, maka harga energi listrik mencapai Rp 5.000 per kilowatthour (kWh)-rata-rata, berarti harga flat tidak naik selama 15 tahun. lni lebih mahal dari listrik yang dihasilkan genset diesel saat ini, Rp 2.666 per kWh-yang selalu akan naik sesuai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Untuk Indonesia sendiri menurut Budi Supomo Chief Section for Solar Panel PT Sharp Electronics Indonesia Budi Supomo pada kesempatan yang sama, di Indonesia sendiri produk panel solar buatan Sharp telah banyak dipergunakan di berbagai daerah trutaam di kawasan Indonesia timur. Diutarakan Budi, secara keseluruhan penjualan produk panel solar produk Sharp Electronics Indonesia mencapai angka Rp 16 miliar, dengan total hasil tenaga listrik yang dihasilkan mencapai 800 Kwp.