YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Darnel Ibrahim mengatakan, kebijakan energi nasional belum sepenuhnya dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Bahkan subsidi BBM sebesar Rp 260 triliun tahun 2011 lalu terdiri atas Rp 165 T untuk BBM dan Rp 96 T untuk listrik hanya dinikmati sebagian masyarakat.
Pasalnya, hanya 65 persen masyarakat yang baru menikmati pasokan aliran listrik yang tersambung di rumahnya. ''Energi belum sejahterahkan rakyat. Jadi, yang tidak dapat listrik, tidak dapat juga subsidinya,'' katanya dalam workshop internasional tentang ''Energi Nuklir dan Keamanan Reaktor'', yang berlangsung di Fakultas Teknik UGM.
Oleh karena itu, Dia mendesak agar pemerintah menyediakan sambungan listrik ke seluruh lapisan masyarakat. ''Hingga tahun 2020, semua penduduk dapat energi listrik,'' katanya.
Sehubungan dengan rencana pemerintah untuk menurunkan jumlah subsidi dengan melakukan konversi BBM ke gas, menurutnya, hal itu pekerjaan yang tidak gampang dan sulit terealisasi. Karena pemerintah harus mempersiapkan keberadaan pasokan gas, restribusi dan perubahan mesin kendaraan.